Yogakusuma’s Blog

2 tahun berlalu…

Posted by: yogakusuma on: Agustus 11, 2009

Tanggal 10 bulan 8 tahun 2007 yang lalu merupakan hal yang sangat bersejarah dalam hidup saya. Saya dipertemukan dengan seseorang yang menurut saya sangat sempurna untuk hidup saya. Sangat sempurna untuk menemani hari saya dan berbagi kisah serta cerita dalam hidup. Berbagi konflik dan permasalahan, juga kasih sayang dan kehangatan.

Hingga dua tahun berlalu…
Sekarang sudah lewat tanggal 10-08-09. Ternyata tuhan masih mentakdirkan kami untuk bersama. Ditambah pengorbanan yang kami lakukan untuk tetap bersama tidaklah sedikit. Ingin rasanya saya melukiskannya dalam lagu atau puisi, tapi semua itu tidak pernah cukup untuk menggambarkan perasaan saya selama ini.

Semoga tahun-tahun mendatang kami bisa lebih baik lagi. Bisa mewujudkan mimpi-mimpi kami untuk tetap bersama dan bertahan ditengah banyaknya cobaan-dan ujian yang semakin berat.

Kami berharap untuk bisa tetap bersama dan menjalani takdir tuhan bersama dengan rasa syukur dan mengerti. Semoga saja ujian-ujian didepan yang semakin berat tidak akan melunturkan niat suci kami untuk tetap membangun hari bersama.

MALAAASSS….

Posted by: yogakusuma on: Agustus 5, 2009

Setelah hampir satu bulan lebih absen dari posting karena yang pertama, kemalasan menjaring inspirasi dan menghabiskan waktu berfikir untuk menulis, kedua, putusnya koneksi internet dikarenakan tunggakan yang mencapai tiga bulan berturut-turut,dan yang ketiga malas saya yang tidak lepas-lepas dari onggokan daging dan tulang dalam tubuh saya, cih!

Lantas untuk pemanasan saya tidak akan posting sesuatu yang berat-berat karena seperti prinsip badan, otak pun harus “di panaskan” terlebih dahulu untuk bekerja ekstra keras.  Jika tidak demikian, tentunya seluruh otot dan otak akan kaget dan akibatnya terjadi cedera yang tidak diinginkan hingga kontraksi pada otak yang mengakibatkan idiot sesaat (baca:lemot). Berbicara soal malas, kita tentu teramat-sangat-dekat-seperti-belahan-jiwa dengan kata yang satu ini. Apalagi jika saat libur tiba, suara hati nurani jiwa saya untuk bangun siang terlampiaskan dibanding saat kuliah yang menuntut untuk bangun pagi.:-D 

Saya mempunyai beberapa tips bagi kita untuk terhindar dari rasa malas yang selalu menjangkiti kita bila saat libur tiba. 

1. Jauhkan diri dari tempat tidur

Tips yang pertama ini sangat fundamental karena menyangkut perasaan nyaman, nyenyak sekaligus pulas. Diri kita harus senantiasa jauh dari tempat tidur. Jika perlu kasur kita lipat atau jauhkan dari pandangan mata. Dekati kasur hanya jika tidur malam tiba.

2. BANGUN PAGI jangan tidur lagi, Mandi!

tentu kita mungkin ingat salah satu lagu alm. Mbah Surip yang syairnya “bangun tidur, tidur lagi” tersebut. saya sempat tertawa geli mendengar lirik tersebut dan pada kenyataannya, jika libur tiba tiada yang bisa melawan saya untuk melakukan bangun tidur, online, makan, minum lalu tidur lagi. Inilah efek nyata dari tips yang pertama yaitu jauhkan diri dari tempat tidur jika sudah bangun. Jika kita bangun langsunglah bergegas untuk mandi atau olah raga. Air dingin pagi hari akan meberikan kita shock therapy agar otak bangun lebih cepat dan siap ebraktifitas.

3. Olah raga tiap hari

Memang benar nasehat para dokter dan ahli kesahatan yang mendorong kita untuk terus berolah raga dan mengolah tubuh agar urat dan otot kita terbiasa melakukan kerja berat. Jika perlu kita barengi dengan puasa seperti senin-kamis atau puasa Nabi Daud. Intinya latihlah tubuh kita jangan sampai seharian didepan komputer hanya menulis blog atau berselancar. (seperti saya…:-p)

4. Buat target dan deadline

Saya selalu ingat kata-kata dari buku “The Power of Kepepet” karangan Jaya Setiadi yang menurut saya sangat powerfull karena mampu merubah saya menjadi orang yang selalu dikejar oleh deadline, target agar lebih sukses dari hari ke hari. Jadikan tiap hari sebagai target-terget Anda agar hari lebih terencana. Buatlah tekanan-tekanan agar Anda senantiasa dalam keadaan Kepepet. Jika masih tidak paham dengan caranya, saya akan mencontohkan. Bilanglah kepada teman Anda jika kita akan datang kerumahnya pagi-pagi untuk alasan tertentu. Jika kita tidak bisa menepatinya, kita akan memberikan teman kita itu hadiah 500 ribu. Jika ingin lebih tertekan, buatlah surat perjanjian dengan tanda tangan dan materai. Jika sudah demikian, Anda tentu akan meresapi keadaan kepepet dan mulai menyukainya.

5. Dengarkan lagu yang membuat semangat

Kenyataannya lagu dapat merangsang kerja tubuh, kerja otak, dan alam bawah sadar kita. Banyak buku-buku yang menyarankan untuk mendegarkan musik yang membuat semangat kita berkobar kembali, atau kembali bersyukur menjalani hidup dan menghargainya seperti lagu D’Masiv yang berjudul “Jangan Menyerah”. Dengarkan sebelum Anda beraktifitas dan resapi liriknya bait demi bait. Niscaya Anda tetap dalam keadaan “termotivasi”

Hal ini hanya merupakan contoh-contoh yang saya buat yang pada intinya mencoba memberikan peringatan kepada diri saya sendiri agara lebih bersemangat dan menghilangkan rasa malas. Kalahkan rasa malas Anda.

 

ttd,

Yoga Kusuma

Digital Recording dengan MIDI

Posted by: yogakusuma on: Juni 12, 2009

Apakah Anda seseorang yang memiliki band tetapi belum mempunyai wawasan tentang digital recording atau rekaman via komputer baik desktop,laptop, atau produk komputer lainnya? jika ya, Anda telah berada dijalan yang benar karena sekarang saya akan membahas tentang digital recording dengan MIDI.
MIDI merupakan singkatan dari Musical Instrument Digital Interfaces. pendeknya MIDI ialah antarmuka yang memudahkan pembuatan musik dengan bahasa digital, bukan analog seperti yang dihasilkan bunyi instrumen musik. MIDI mulai digunakan untuk kebutuhan musik sekitar tahun 1980-an dimana musik digital sedang mendominasi suara-suara lagu yang dihasilkan pada masa itu. Jika kita melihat alat musik keyboard, maka kita akan temukan alat musik tersebut bekerja berdasarkan sistem MIDI atau GENERAL MIDI. Hampir seluruh keyboard pada saat ini telah menggunakan sistem GENERAL MIDI dengan suara (synth) yang dapat ditambah-tambahkan kedalamnya.
Zaman mulai berganti, teknologi terus berevolusi, muncullah keyboard kontroller atau mungkin lebih dikenal dengan MIDI controller. MIDI controller ialah alat musik yang tidak memiliki modul suara seperti keyboard biasa pada umumnya. MIDI controller pada saat ini mungkin lebih didimonasi dengan port USB atau koneksi input/output MIDI dengan port USB juga.  Midi Controller memerlukan modul suara yang berasal dari sofware komputer. software komputer yang mengusung modul suara untuk MIDI biasanya disebut Virtual Instrument (VST, DXi, RTAs, dll).  Pada saat ini mungkin ada lebih dari ribuan program Virtual Instrument yang dapat membantu kita untuk menciptakan suara-suara piano, elektrik piano, synthesizer, dan sound effect lainnya, Anda dapat melihat VSTClub.

MIDI controller memiliki harga yang bervariasi dari mulai 1 juta hingga puluhan juta tergantung kebutuhan kita sebagai musisi. software hosting untuk MIDI yang terkenal diantaranya Nuendo, Cubase, Sonar, Pro Tolls, dan lain-lain. Dengan VST yang telah ktia install, kita dapat merekam MIDI dan mengaplikasikan VST kita untuk menjadi modul suara.foto blogGambar disamping merupakan contoh sala satu VST Korg Legacy Cell dengan software host Cubase SX.  Setting yang harus kita lakukan untuk memperoleh bunyi dari VST dari keyborad/MIDI controller kita adalah buka tab devices>devices setup dan atur VST audiobay dengan soundcard yang Anda gunakan. Saya menyarankan agar menggunakan ASIO4ALL yang dapat diunduh disini. Tambahkan MIDI track pada track cubase/nuendo. atur input MIDI dengan “all MIDI input”. buka device>VST instruments, klik pada bagian hitam dan pilihlah VST Instruments, jika belum menginstall gunakanlah VST yang diberikan cubase contoh “a1″. Lalu, atur output MIDI nya pada “a1″. Jika memiliki kesulitan baca buku manual .pdf nya.

Intinya Kita bisa mengembangkan musik kita dengan suar-suara yang sangat kaya dari VST yang sekarang bisa meng-cover seluruh instrumen dari mulai piano, gitar, bass, drum, hingga vokal sekalipun asalkan kita mau belajar dan mecari informasi tentang keberadaan VST. cukup banyak pula yang menyediakan versi gratis dan dapat langsung di unduh.  Gunakanlah paman google untuk memudahkan pencarian Anda.

Selamat Ber-VST-ria!!!

ttd,

Yoga Kusuma

Cita-cita Saya Jadi Pengusaha

Posted by: yogakusuma on: Mei 2, 2009

It's Me Ya, cita-cita saya jadi pengusaha!

Niat saya yang teramat dalam tersebut tidak tercetus dalam satu malam setelah melakukan semedi, atau setelah mendapatkan wawasan dari orang lain. Cita-cita tersebut saya rumuskan dengan segala pengalaman saya dalam mencari jati diri selama saya menempuh masa kuliah sejak tahun 2006. Dalam proses pencarian jati diri ini saya menemukan bahwa tujuan akhir hidup saya ialah menjadi pengusaha sukses!

Setelah masuk kuliah dengan mendapatkan jurusan diluar ekspektasi saya (ilmu politik) saya menjadi semakin berfikir (keras) bahwa pasti ada jalan untuk saya memperoleh semua yang saya inginkan dan butuhkan. Dengan pergulatan hebat fikiran saya saya mulai menemukan jati diri saya yang sesungguhnya.

Ilmu Sosial (dan Politik) Fondasi Awal
Pengetahuan dan pendidikan mengenai fenomena sosial-politik merupakan momentum awal saya membuka mata bahwa dalam kehidupan yang fana ini kita bisa mengetahui jalan-jalan hidup orang-orang. Ilmu sosial memberikan keadaan sosial secara menyeluruh tentang gejala-gejala dan asal-usul bagaimana masyarakat mencapai massa hingga saat ini yang kemudian didalamnya banyak dicoba ditafsirkan oleh banyak ahli melalui teorinya. Teori-teori tersebut berusaha hendak menggeneralisasi suatu gejala sosial. Para ahli ini juga hendak mencari solusi dari setiap permasalahan manusia menurut sudut pandang virtue atau kebaikan. Pada akhirnya ilmu sosial dan ilmu politik saya anggap sebagai bekal yang sangat berharga untuk menjalani hidup saya dengan lebih bijak karena mungkin disiplin ilmu-ilmu lain tidak akan memberikan pengetahuan sedemikian menyeluruh (holistik) dibandingkan ilmu sosial.

Jalan Hidup Saya Bukan Ilmu Pasti
Menurut hemat saya, hidup di dunia ini sangat penuh ketidakpastian. Sekeras apapun hia berusaha menghindari bahaya dan mencari keamanan, jika takdir berkata lain kita tidak dapat mengelaknya. Begitu juga saya memperlakukan ilmu pasti. Jadi pilihan saya untuk mengambil IPS pada waktu SMA dan takdir saya kuliah di FISIP tidak akan menjadikan saya seorang dokter, insinyur, arsitek, Ahli Kimia, Fisika, Matematika atau sejenisnya.Saya juga sempat berfikir untuk terjun serius ke ilmu komputer dan informasi (IT). Akan tetapi, saya memandang IT pun sebagai pendukung dalam mencapai kesuksesan saya dibidang bisnis. Di sisi lain, saya banyak menggunakan otak kanan, Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient dalam meraih kesuksesan saya. Dengan tidak berfikir secara linier, inovatif, dan selalu bersemangat saya bisa menembus batas-batas kepastian yang banyak dianut oleh para “pengikut ilmu pasti”. 

Musik Sebagai Pelengkap Hidup

Ternyata minat saya untuk bermain musik akan tetap ada hingga nafas saya terhenti. Bagaimanapun bentuknya kecintaan saya untuk bermain musik, membuat musik, dan mendengarkan musik akan tetap ada. Tanpa musik saya tidak bisa hidup. Tanpa mengikuti perkembangan musik saya tidak akan bisa bertahan. Setelah jatuh bangun dalam membentuk grup musik saya menemukan fakta dalam diri saya bahwa sesulit apapun jalan yang saya tempuh dalam meraih kesuksesan bermusik dan semuak apapun kondisi saya dalam memainkan musik, saya tidak akan pernah bisa berhenti untuk bermusik dan mendekatkan diri pada musik. Siapa tahu minat saya di bidang musik ini dapat menjadi inspirasi saya dalam membuka usaha kelak.

Sukses = Pengusaha = Bebas Finansial = Bahagia Dunia Akhirat

Sukses menurut terminologi saya ialah bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.  Sukses juga berarti kita dapat mewujudkan segala keinginan kita, memenuhi segala kebutuhan kita dan lebih jauh lagi sukses merupakan mind-set dan falsafah hidup saya. Jadi, dalam hidup saya tidak ada kata gagal, hanya saja naik ketingkat tantangan yang lebih tinggi. Bebas finansial saya artikan sebagai keadaan dimana saya tidak lagi memikirkan uang sebagai hambatan menuju kebahagiaan dunia akhirat. Kita tidak boleh menempatkan uang sebagai tujuan kita berusaha dan kelimpahan uang sebagai tujuan utama kita. Uang hanya media kita lebih giat untuk berusaha dan berjuang memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Untuk menguji apakah kita telah memposisikan uang secara benar maka donasikanlah uang tersebut, berilah kebahagiaan kepada orang lain niscaya kita akan memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Intinya Pengusaha, sukses, dan bebas finansial hanyalah kendaraan saya untuk menuju kebahagiaan dunia akhirat. Jika ketiga unsur tadi hanya dapat memberikan kebahagiaan dunia, maka saya telah mangkir dari tujuan saya untuk meencapai kebahagiaan yang seutuhnya yaitu Ridho Allah SWT.

Filsafat Bolak Balik (dan Cara Mengatasinya)

Posted by: yogakusuma on: April 30, 2009

Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.

Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan.

 

Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara.

Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.

 

Orang kaya mampu membeli ranjang enak,

tapi gak bisa tidur enak…(stress. .. euii)

Orang miskin, gak mampu beli ranjang,

tapi bisa tidur enak ( capek jadi kuli…)

 

Orang kaya punya duit buat foya-foya,

tapi gak punya waktu.

Orang miskin punya waktu buat foya-foya,

tapi gak punya duit.

 

Masih muda, pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan,

udak kaya, gak punya waktu buat nikmatin kekayaan.

Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan,

udah keburu tua gak ada tenaga.

 

 

Bersyukurlah dan nikmati apa yang sudah kita dapat.

 

(unknown)

Setelah hampir seminggu lebih tidak posting blog, sekarang saya hadir lagi membawa beberapa bait filsafat sehari-hari hidup kita yang amat sayang untuk dilewatkan. Setelah mendapat kiriman email tersebut dari teman saya, saya langsung memikirkan bagaimana hendak saya cegah filsafat itu benar-benar terjadi pada saya. Solusi praktisnya, jadilah orang-orang yang berada di “tengah” dua dikotomi tadi. Tidak terlalu kaya (dengan menghalalkan segala cara), atau tidak terlalu miskin (dengan tidak menggunakan segala cara yang ada alias malas).

sebetulnya teorinya sih gampang aja, tinggal implementasinya dan prosesnya saja yang sering kita lupakan. Jangan sampai kita jadi orang kaya tapi tidak menikmatinya, jangan sampai kita jadi orang miskin yang tidak bisa menikmati hidup juga karena dililit masalah tidak terpenuhinya kebutuhan hidup.

Titik temu yang paling mudah ialah menjadi orang yang bersyukur tetapi dalam implementasinya juga terdapat dua dikotomis; mengejar target dan cenderung ngoyo, atau lebih santai tapi target kita tidak terpenuhi? Baiknya kita harus segera menambahkan sifat sabar dalam diri kita. Jika target tidak bisa diraih, kita tinggal bersabar dan berkerja lebih giat, bukan begitu!?!

Lalu kritikan saya terhadap dua dikotomis ini ialah pembagiannya yang kaku diantara orang kaya dan orang miskin. Mengapa tidak ada orang bahagia? padahal orang yang bahagia lebih penting dari dua sifat orang tadi. Jadi, kekayaan atau kemiskinan seseorang harus kita letakkan lagi pada sejauhmana dia merasa bahagia. Orang yang bahagia tidak akan merasa miskin, orang yang bahagia tidak pernah merasa kurang.

Perlu kita ketahui lagi bahwa sesunggunya kebahagiaan, dan kesuksesan hanyalah sebuah pandangan atau mind-set. Belum tentu orang yang bisa meraih kursi presiden merasa jauh lebih bahagia setidaknya lima tahun kedepan selama masa dia menjabat sebagai presiden. Belum tentu pula seorang musisi yang selalu gagal dalam menjadi artis terkenal hidupnya tidak bahagia. Semua itu tergantung dari persepsi orang dan banyaknya rasa syukur+sabar yang dimilikinya.

Saya dan Bass Baru

Posted by: yogakusuma on: April 14, 2009

Akhirnya dataaaang jugaaaa…!!!!!

Setelah saya menunggu sekian lama karena menimbang, menabung, melihat-lihat dan melakukan kontemplasi (agak berlebihan) akhirnya saya memutuskan untuk membeli bass gitar pertama saya. sebenarnya memang bukan bass yang tergolong mahal. Jadi, dengan dana secukupnya ditambah nabung sini-sana saya dapat membeli bass ESP LTD D4 buatan Indonesia asli lho!

sebelumnya saya juga sempat ditawari bass 2nd oleh teman kakak saya. Katanya bass ini pernah dipakai oleh bassisnya kerispatih yaitu Cort A5 Custom Series  tapi karena bass ini lima senar sedangkan saya masih tergolong kelas amatir dalam bermain bass jadi saya memutuskan untuk mengambil LTD D4  dengan senar empat tadi.

Saya melihat Bass LTD D4 tersebut melalui salah satu forum online terkenal di Indonesia (pastinya pada tau kaan?!!?) Pembelian saya lakukan dengan cara COD (cash on delivery) untuk menghindari penipuan. Jadi, saya terima bass-nya penjual terima uangnya, biasanya kita janjian ketemuan di suatu tempat jadi mirip transaksi-transaksi terlarang gitu jadinya. Tapi tenang ini cuma transaksi barang legal kok.:-) Untung alamat penjual yang dituju tidak terlalu sulit dan beliau melayani saya dengan ramah.:-)

Setelah sampai rumah tanpa befikir panjang saya langusng memperhatikan detail barangnya. Ternyata buatannya sangat rapi dan mulus. Hampir tidak ada cacat sedikitpun kecuali tulisan “Indonesia” dan serial number yang terhapus mungkin dilakukan oleh penjualnya padahal saya bangga memakai produk buatan Indonesia apalagi buatannya keren begini. LTD D4 yang dilengkapi pick-up ESP aktif memang sangat menggiurkan jika melihat harganya yang tergolong murah (list price di internet $500) dengan fitur yang bagus dan buatan yang sangat halus dan rapi. Bahan body bass terbuat dari kayu merbau dan untuk neck-fingerboard digunakan rosewood. Menariknya lagi nek bass ini menyatu dengan body nya (neck-thru) membuat bass sangat solid dan kuat. Hardware menggunakan besi hitam membuat bass LTD D4 terlihat lebih elegan dan “mahal”.

Suara yang dihasilkan terbilang sangat baik. Pengaturan Equalizer aktifnya memudahkan untuk adjusting tanpa bolak-balik melihat ampli. menurut saya suara bass-low nya sangat baik. Jika kita mengatur knob mid dan high-treble kita akan mendapatkan suara yang lebih garing dan sangat cocok untuk teknik slap. body D4 terbilang kecil dan ramping. desain-nya yang tipis membuat bass ini tidak terlalu berat meski menggunakan kayu merbau. Ini yang menjadikan D4 sangat playable dan easy to handle.

Overall, saya cukup puas dengan LTD D4. Saya sangat merekomendasikan bass ini untuk Anda pemain pemula dan menengah dibanding Anda membeli bass C*rt atau Iba**z buatan Cina. Ternyata bass LTD yang lisensi pembuatannya dimiliki Indonesia jauh lebih baik dan harnganya lebih miring. hArga miring ini mungkin lebih disebabkan barang ini belum di-ekspor keluar negeri jadi kita bisa mendapatkan harga hingga setengahnya.semoga saja bass ini akan cocok dengan saya dan bisa membawa saya sukses berkarir di band, aamiiieeeen…:-)

ttd,

Yoga Kusuma