Saya dan Ilmu Politik FISIP UI (bagian I)

Teman:Yog, lu di UI jurusan apa?

Yoga:FISIP

Teman: owh…

tetapi klo teman yang kritis akan berlanjut demikian

Teman:iya, jurusan apa?

Yoga:hmm…Ilmu Politik

Teman:Ilmu Politik emang jadi apaan? Politikus?

yoga:hmm…gatau juga deh…

(saya berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik lain untuk menghindari benturan peradaban antara saya dengan teman saya ini…:-p )

Sebenarnya kalo dibilang terjerumus sih, ngga benar juga, soalnya sampai saat ini saya tetap menjunjung tinggi eksistensi ilmu politik dan berniat menyelesaikannya di tahun keempat. (amiiiin…) Akan tetapi, yang jadi masalah sekarang ialah saya tidak terlalu mengetahui dulu waktu memilih jurusan hendak jadi apa saya nanti??? hal ini membuat saya sempat jatuh (down) ketika berada ditengah semester 3. saya sempat ingin berhenti kuliah, pindah jurusan, ikut SPMB lagi, atau cari sambilan kerja untuk menambah pengalaman ketika lulus kuliah nanti.

Akan tetapi, keadaan berkata lain. orang tua yang keadaannya tidak memungkinkan secara finansial membuat saya seperti harus mau-ngga-mau memang menyelesaikan kuliah yang empat tahun itu. padahal pada saat itu hati saya sedang dirundung kebingungan ditambah UAS yagn sebentar lagi datang dan tugas take-home test lagi banyak-banyaknya.😦 ibarat berada didalam penjara yang didalamnya diberi bom waktu, cuma ada satu jalan apakah kita hendak mati sekarang atau berusaha menjinakkan bom waktu tersebut.

Setelah berkontemplasi dengan cukup lama ditambah sholat tahajjud dan kegiatan spiritual lainnya saya perlahan bergerak dari keadaan keterpurukan itu. Dan, hasilnya saya menjadi lebih tangguh, kuat, tahan banting, bersyukur, sukses, kaya, raya, ganteng, militan dan pintar.(hehehe….agak narsis) Tetapi kesemuanya ini berubah jadi saya syukuri dengan amat sangat. saya berfikir kesempatan belajar di kampus terbaik di Indonesia tidak akan datang dua kali. dan umur 19 tahun dengan menyandang predikat mahasiswa UI tidak akan datang lagi seumur hidup. sejak pandangan itu muncul saya berubah menjadiu semangat kuliah lagi.

Saya berfikir saya sudah bisa menjinakkan bom waktu tadi, saya berusaha untuk mengatasi masalah itu dengan sedikit bantuan orang-orang terdekat saya seperti orang tua, teman, pacar, dan lain-lain. pelajaran yang paling berharga yang dapat saya petik adalah masalah seperti apapun bisa kita selesaikan denga baik dan diri kita sendirilah yang menentukan masa depan kita. tentunya bukan masalah jika cita-cita kita ingin menjadi apa yang kita inginkan sementara kita tidak berada pada jurusan kuliah yang sama. dan untuk menjadi sukses atau kaya kita tidak ditentukan oleh jurusan kuliah kita. akan tetapi, mulailah dengan melihat kedepan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tujuan kita itu sebagai contoh kita ingin menjadi ahli  IT kita tidak harus kuliah di bidang IT tapi kita bisa mengikuti kursus-kursus bidang IT yang telah banyak menawarkan skill-skill yang berguna dalam dunia kerja nanti.

ttd,

Yoga Kusuma

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: