Saya Lulus SPMB di UI

gedung FISIP UI

Masuk Perguruan Tinggi Negeri sudah  merupakan salah satu dambaan anak-anak SMA kelas tiga kebanyakan. termasuk saya diantaranya, waktu SMA dulu (wuih kesannya udah lama banget) saya bercita-cita ingin masuk salah satu PTN terbaik di Indonesia yaitu Universitas Indonesia. pertimabgannya selain memang banyak yang bilang bagus (dan memang terbukti bagus :-)) UI menjadi target saya karena tidak terlalu jauh dengan rumah dan bayarannya cukup murah.

Lalu, pas kelas tiga SMA selain dibimbing untuk lulus UAN, saya juga dibimbing untuk memasuki PTN lewat bimbingan belajar. pada masa-masa kelas tiga tersebut seketika saya berubah menjadi orang yang lebih rajin belajar, rajin berdoa serta rajin yang lain-lain (pokoknya yang bagus2 laah). saya tidak menuruti banyak teman-teman dekat saya untuk bermain, dan banyak membuang waktu, saya lebih memilih untuk belajar. sebenarnya merupakan perubahan yang c ukup drastis dari saya ketika itu, dimana semenjak TK hingga SMP saya merasa belum mendapatkan apa-apa selain ijazah dan teman-teman baru. otak saya seperti tidak diisi dan etos belajar tidak pernah berubah (atau lebih tepatnya sedikit saja berubahnya).  Saya sendiri juga bukan tergolong anak yang pintar dan mungkin kepintaran saya hanya pada rata-rata orang.

Akan tetapi, setelah kelas tiga SMA saya pernah mendapatkan motivasi yang diberikan oleh kakak kelas pengajar pendalaman materi bahwa kesempatan masuk UI bukanlah hal yang sangat sulit. itu semua bisa kita usahakan dan belum terlambat. yup, dengan segalam motivasinya dan dengan segala kekurangan yang saya miliki saya mulai belajar untuk lulus dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

Ketika liburan datang dan pengumuman kelulusan SMA, saya memilih untuk tidak bersenang-senang merayakannya, saya memilih untuk belajar untuk persiapan SPMB. program super intensif yang saya ikuti di salah satu bimbel yang sudah cukup terkenal namanya menurut saya memang terbukti membawa saya menduduki kursi panas bangku kuliah Universita Indonesia. (lho?! knapa panas?!?) Dengan pembahasan soal dan try-out tiap minggu sudah pasti kemapuan terasah untuk mengerjakan soal-soal SPMB yang notabene tidak diajarkan caranya di SMA.

Pada Saat menentukan pemilihan jurusan (yang seharusnya menentukan tetapi saya hanya memilih berdasarkan prospek diterimanya saya di UI) saya sangat bingung memilih karena pemikiran saya waktu itu adalah “yang penting masuk UI deh, jurusan apa aja”, jadi pada akhirnya pada pilihan pertama saya memilih Ilmu Politik dan untuk pilihan kedua saya memilih Ilmu Sejarah. Pada saat itu saya mengucapkan selamat tinggal kepada Ilmu Komunikasi, Administrasi Niaga dan Manajemen yang di kemudian hari saya jatuh hati karena melihat prospek lulusannya.:-)

Saya melakukan pemetaan terhadap kompetensi soal-soal SPMB dan memberikan target-target seberapa banyak soal dalam setiap mata pelajaran yang di ujikan dalam SPMB. seingat saya saya hanya dapat menjawab 2 soal pada mata pelajaran Matematika Dasar. untuk Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang menjadi kekuatan saya saya hampir pasti bisa mengerjakan seluruh soalnya sehingga hanya tersisa 1 soal untuk Bahasa Inggris dan 2-3 soal untuk Bahasa Indonesia. (memang bahasa Inggris SPMB lebih mudah dari soal Bahasa Indoensianya)

Pendek kata, pengumuman SPMB pun datang, dan saya memerisakan nomor SPMB saya apakah lulus SPMB atau tidak. Pertama-tama sempat menyangka saya diterima di jurusan Ilmu Sejarah karena di situs SPMB nya cuma tertera nomor seri jurusan, tidak ada nama jurusan yang kita dapat. Akan tetapi, (dengan sedikit tinggi hati) otak saya tidak sebodoh tiyang saya perkirakan. Saya lulus di program studi Ilmu Politik UI yang adanya di FISIP UI. yiiihaaaa….!!!! seperti kejatuhan uang 1 milyar dari langit saya amat senang dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Paginya, mulailah saya mendapatkan banyak ucapan selamat dari orang tua, teman dan tetangga terdekat dan di daulat sebagai remaja teladan tingkat RT.(hehehe..lumayan lah daripada ngga jadi teladan sama sekali) Tentunya dengan selalu bersyukur terhadap karunia tuhan saya menjalani hari-hari sebagai mahasiswa ilmu politik sampai hari ini. Saya tidak ingin mengecewakan orang tua saya yang telah membiayai saya hingga detik ini. Perkara aapakah nanti saya memilih untuk terus berada di core-competence saya itu urusan lain yang terpenting semangat kuliah dan cepat lulus, itulah yang saya kejar. Semoga berhasil untuk saya, aamiiin…..:-)

ttd

Yoga Kusuma

  1. mantap Kak..
    saya juga pengen bgt masuk UI…

    tapi Faktor ekonomi ga mencukupi euyy…

    emg di UI bayaran /Semesternya berapa ka?

      • yogakusuma
      • April 9th, 2009

      wah,gausa takut masuk UI klo ngga punya biaya yang cukup. yang penting bisa lulus tes-nya yang makin hari makin susah. Jadi “faktor ekonomi ngga boleh menghalangi anak2 pintar untuk masuk UI” itu katap ak rektor. mengenai uang pangkal dan biaya semester sekarang kan ada BOP berkeadilan jadi yang kaya bayar mahal yang miskin bayar murah, kasarnya seperti itu. pada kenyataanya saya tidak kaya dan tidak terlalu pintar yang penting lulus spmb.

    • FLORA OKTAVIA BINTI APRISAL
    • April 12th, 2009

    waaahhh !!!
    keeerren,kag…
    smpai detik ini saya masiii crazy on UI….(scra UI kn kmpus idaman hmpir smw siswa kls 3 SHS)
    tpi, kag saya msh ragu dg ability saya bs join d UI,coz fakultas yg saya ingnkan itu passing grade na tinggi bgd d UI….

    klu blh tauu
    tips kk dlm persiapn SPMB itu ap???!

    makasiii kag

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: