Saya dan MPS 1

Pada semester empat lalu saya mendapat matakuliah yang kata senior-senior saya cukup berat dan memerlukan ketekunan dan ketelitian dalam membuatnya. Matakuliah itu ialah Metodologi Penelitian Sosial 1. Sejatinya para ilmuwan sosial harus dapat mempunyai skill membuat suatu penelitian berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah. Instilah seperti ontologi, epistemologi, metodologi ialah istilah yang dipakai dalam ilmu sosial dalam rangka melihat suatu fenomena sosial.

Menurut saya memang matakuliah itu memberikan saya skill(yang jika dikatakan dosen saya ialah cangkul untuk petain) sebagai mahasiswa ilmu sosial untuk setidaknya bertahan hidup di hari kedepannya kami diharapkan bisa membuat suatu penelitian yang bisa dijual entah kepada instansi pemerintah, lembaga swasta atau instansi lainnya dari luar negeri. Kita sebagai peneliti harus dapat membuat proposal yang berisikan landasan teori, tujuan penelitian, anggaran penelitian, jadwal penelitian dan kuesioner. setidaknya beberapa hal tersebutlah yang baisa terdapat pada sebuah proposal rancangan penelitian.

Satu semester dengan bobot tiga SKS menurut saya seperti 12 atau 18 SKS karena memang matakuliah ini cukup menyita perhatian dan membutuhkan standar keulusan yang tinggi. Proses dari mulai mendalami materi hingga membuat proposal penelitian sungguh pengalaman yang tak akan saya lupakan. pertama-tama ktia telah dihadapkan dengan paradigma dan meotodologi penelitian. oleh karena saya tidak terlalu berminat dengan penelitian kualitatif yang menurut hemat saya sangat abstrak, jadi saya memilih untuk membuat penelitian dengan metode kuantitatif. judul yang saya ambil ialah “Pengaruh Pembangunan Jalur Sepeda terhadap Citra rektor UI di mata Mahasiswa UI. Studi Kasus Mahasiswa S1 reguler di Depok.” Sebagai pengetahuan dalam matakuliah MPS kali ini saya harus dapat membuat penelitian eksplanatif yaitu penelitian yang melihat korelasi antar dua variabel. Dua variabel tersebut merupakan variabel independen dan dependen. Variabel independen dalam penelitian saya kali ini ialah pembangunan jalur sepeda sedangkan citra rektor UI di mata mahasiswa ialah variabel dependen.

Pada intinya ketajaman insting seorang ilmuwan sosial/politik dipertajam dengan melakukan penelitian yang mengikuti kaidah-kaidah ilmiah. Kaidah-kaidah ilmiah ini sangat berkaitan dengan diterima atau tidaknya suatu ilmu sebagai ilmu pengetahuan. Ilmu Politik serta ilmu-ilmu sosial lain setelah masa perang dunia kedua memang berkembang tetapi sifat empiris dan ilmiahnya masih diragukan seperti ilmu alam. Maka dari itu metode penelitian ilmu sosial hadir sebagai jawaban atas keraguan posisi ilmu-ilmu sosial yang dapat dikatakan ilmiah. Akan tetapi, pada intinya seperti say kutip dari pak profesor Maswadi Rauf:

“ilmu pengetahuan sejatinya ialah menjadikan sesuatu yang sulit menjadi lebih mudah, jika ilmu pengetahuan malah mempersulit kehidupan manusia dan tidak memberikan manfaat maka esensi ilmu sebagai ilmu pengetahuan menjadi hilang”

Berikut merupakan hasil kuliah metodologi penelitian sosial 1 saya semester lima kemarin. selamat menikmati!

Disain Riset Yoga Kusuma untuk kuliah MPS 1

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: