Mixing dalam Digital Recording dengan Budget Super Rendah 1

Tulisan saya kali ini hendak menyambung tulisan saya tentang pengalaman saya dengan digital recording dengan budget yang super rendah. Hal ini tentu berguna bagi Anda para musisi dengan profil seperti saya: pelajar/mahasiswa, bukan orang kaya, musisi awam tapi mau hasil rekaman berkualitas, tidak ahli dalam bidang digital recording, tidak memiliki waktu banyak untuk melakukakn kegiatan rekaman seperti di studio.

Hal yang pertama harus kita tanamkan dalam memulai digital recording dengan biaya rendah adalah bagaimana pun caranya kita harus dapat menghasilkan rekaman sekelas band-band major label. Oleh karena dalam menghasilkan suara yang optimal dan standar kita harus melihat hasil yang dibuat band dalam rekaman-rekaman lagu mereka. Pendeknya, contoh saja suara yang keluar dari gitar, bass, vokal, keyboard, pads (string, brass, synth dll). Kerumitan dari suara yang dihasilkan sebenarnya hanya sebatas indra pendengaran kita yaitu kuping kiri dan kuping kanan. oleh karena itu muncullah speaker kiri dan kanan yang mengikuti letak telinga kita. Jika baru-baru ini muncul speaker aktif 5.1 atau 7.1 itu hanya mencoba mengakomodasi keadaan dalam gambar yang sebenarnya atau suara virtual yang keluar dari speaker 5.1 mencoba menggambarkaan keadaan di film. Namun, ini tidak berlaku jika kita hendak membuat lagu yang hanya terbatas pada dua letak yaitu speaker kiri dan speaker kanan.telinga

Lebih jauh lagi suara yang dihasilkan hanya sebatas stereo dan mono. Nah pada kali ini juga saya hendak menjelaskan dimana letak instrumen (termasuk vokal) suara-suara itu pada speaker ataupun telinga kita. suara yang mono akan terasa terdengar di tengah kepala kita. Dia tidak menjangkau secara luas (stereo wide) dari speaker-speaker tersebut. Baik mono atau pun stereo bisa di produksi oleh ssegala software digital recording dan konfigurasi pada umunya tidak jauh berbeda.

Vokal

 

Vokal utama biasanya diletakan pada suara mono. bagaimana pun bentuk mixingnya vokal utama dari seorang penyanyi biasanya ditaruh di kiri saja atau kanan  speaker saja. Lain halnya dengan suara backing vokal, harmonisasi, dan fill-in vokal. Mereka biasanya ditaruh pada wilayah stereo dengan tambahan suara chorus atau delay. Vokal juga ada yang single layer (satu suara) atau multiple layer (banyak suara)

Gitar

Gitar cenderung fleksibel. Dia dapat ditaruh di wilayah mono, stereo, kiri atau kanan saja dari speaker. Akan tetapi, yang paling penting untuk band rock dengan dominasi distorsi biasanya gitar rythm ditaruh dengan posisi stereo wide jadi terkesan mendominasi dan memainkan peranan ritem. Gitar lebih sering memakai multiple layer untuk memberikan kesan suara yang “kaya” dan penuh jika instrumen utama band tersebut gitar semata.

Bass

Sangat jarang saya temukan suara bass gitar posisinya di kanan saja atau di kiri saja dari speaker. Pada umunya, bass fitaruh di wilayah mono. Bass biasanya hanya bersifat single layer dengan suara mono. Akan tetapi, jika saya menggunakan salah satu software ampli virtual saya mengeset ampli agar suaranya terkesan lebih “lebar” seperti stereo dan menurut saya dampaknya bagus.

Keyboard

Keyboard djuga sangat bervariasi, untuk suara piano akustik, dapat diposisikan mono maupun stereo. Akan tetapi lebih menarik untuk membuatnya menjadi stereo karena terkesan lebih “grand” denga ditambah efek reverb baik studio maupun hall& concert reverb. Untuk elektrik piano dapat digunakan baik mono atau suara stereo. Selain itu, banyak lagu-lagu yang menggunakan elektrik piano bersama efek “phaser”, yakni suara bisa bergerak dari kiri kekanan telinga atau sebaliknya sehingga mengesankan suara pianonya berputar-putar dikepala.

Drum

Untuk drum kita menemukan banyak sekali variasi karena drum sendiri memiliki bagian-bagian yang kita bisa atur dimana keluar suaranya. Untuk kick dan snare lebih diutamakan berada pada posisi mono. untuk tom-tom, kita bisa atur keluaran suaranya menurut posisi seperti tom kiri keluar suara di kiri speaker dan tom kanan di kanan speaker. Untuk cymbal saya sarankan pakailah stereo sebagaimana yang  sering dihaslikan oleh kagu-lagu band populer saat ini. Untuk hi-hat Anda dapat menggunakan wilayah kiri/kanan saja dari speaker.  Atau Anda dapat menaruh suaranay di wilayah mono.

Kesimpulan dari posting kali ini ialah terdapat berbagai macam hasil dan keluaran suara sesuai keinginan seorang musisi ataupun sound-engineer nya. Yang Paling penting gunakan saja kebiasaan yang mereka lakukan untuk mendapatkan suara yang sama seperti band-band populer tadi. simple bukan!?

ttd,

Yoga Kusuma

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: