Postingan Minggu Siang dalam Kegundahan

Rutinitas yang sebenarnya pun tidak terlalu rutin membuat saya sedikit bingung. Setiap hari saya bangun, bekerja, belajar, bermain dan beristirahat kembali. Semua rutinitas tersebut malah membingungkan saya. Selain tujuan-tujuan yang telah saya buat dan tetapkan saya hanya mengerjakan segala sesuatu menurut rutinitas dan kebiasaan. Nah, permasalahannya sekarang disini apakah semua yang saya lakukan dair mulai saya bangun hingga tidur lagi terlebih sejak saya lahir hingga 20 tahun ini apakah sudah benar dan sudah optimal? apakah saya sudah memaksimalkan waktu yang saya gunakan untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bago saya sendiri atau bagi orang lain?

Saya mulai menangkap gejala ini semenjak saya berfikir akan bagaimana hidup saya 5-10 tahun lagi? karena pada masa yang akan datang saya akan benar-benar harus berubah dari sekarang. Akan tetapi, lagi-lagi sya merasa kebiasaan dan rutinitas membuat saya terbelenggu pola pikir yang menurut saya “tidak berbuah dan bergerak maju”. Saya tetap berkembang dengan pola yang linier tanpa ada satu loncatan atau pengambilan keputusan yang penting bagi hidup saya. Saya belum merasa “di kejar-kejar” oleh kebutuhan akan pengambilan keputusan hendak kemana saya bergerak dan apakah semua yang saya lakukan telah optimal?

Sebetulnya bukanlah kebosanan yang muncul tetapi pemikiran saya tentang 5-10 tahun itulah yang selalu mengganggu saya. Sampai detik ini saya tidak tahu hendak kemana saya kelak dan perencanaan yang saya buat belum matang karena diganggu oleh ketidakjelasan hendak a[a yagn saya lakukan jika saya lulus kuliah nanti. Kuliah di UI jurusan ilmu politik tidak membuat saya menjadi aman dan yakin akan tantangan masa depan. Justru sebaliknya saya melihat ketidakyakinan dan ketidakmampuan sebuah institusi pendidikan dalam menjawab permasalahan yang pelik hendak melanda bangsa ini.

Salah satu momok yang menakutkan bagi saya ialah “jobless” a.k.a. pengangguran. Saya bukan hendakĀ memperlihatkan ketidakmampuansaya dalam mencari kerja tetapi hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan saya jika lulus kuliah yaitu menjadi pengusaha (meskipun sebenarnya saya sendiri tidak tahu hendak menjadi pengusaha apa). Faktanya menurut berita kompas tanggal 26 maret lalu dikatakan bahwa hanya sekitar 30% mahasiswa yang bekerja menurut kompetensi jurusan waktu kuliahnya. Data ini diperoleh dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sungguh sangat miris dan menakutkan bagi saya karena mau tidak mau masa itu akan datang waktunya bagi saya setelah lulus kuliah nanti.

Banyak seminar-seminar dan motivasi yang mengatakan jika kita pada saat ini di era informasi ini janganlah menjadi karyawan karena jika hanya jadi karyawan tidak akan bisa optimal mendapatkan penghasilan. Maka jadilah pengusaha! mereka bilang begitu, saya yang mengamini pandangan tersebut lantas berfikir “jika saya mau jadi pengusaha, hendaknya mulai dari mana?” apakah lantas saja langsung memulia usaha? atau belajar melalui bangku kuliah atau mentor-mentor? pilihan-pilihan tadi juga sebenarnya kembali membingungkan saya.

Pada akhirnya saya hanya bisa berbicara melalui postingan minggu siang ini. Semoga saja kegundahan saya ini dapat terobati agar semangat menjalankan segala sesuatunya makin tinggi dapan masa depan cerah dapat di raih!!

wasallam.

Yoga Kusuma

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: