Saya dan Raditya Dika Bagian I

Setelah kemarin saya lihat blognya Raditya Dika pada radityadika.com ternyata saya baru tahu (lebih tepatnya ingat lagi) kalau dia ternyata masih anak FISIP UI juga lho! Dia juga kuliah di jurusan yang sama dengan saya yaitu Ilmu Politik dan konsenstrasi Politik Indonesia pula. Perbedaanya dia kuliah di ekstensi sedangkan saya di S1 reguler. Saya baru ingat dan benar-benar yakin dia anak politik UI juga karena waktu dia posting beberapa hari lalu tentang kesialannya alam ujian tengah semseter matakuliah politik Indocina. Sumpah saya tertawa bukan lantaran lucu ceritanya seperti biasa tetapi karena curhatan Radit tentang matakuliah Politik Indocina yang diambilnya pada sesester ini mengingatkan “kesengsaraan” saya juga waktu mengambil matakuliah “beracun” di departemen ilmu politik.

Radit cerita tentang soal UTS yang harus dia buat sendiri dan harus dia jawab sendiri, lalu saya juga teringat perihal waktu saya UTS yang soalnya baru dibuat beberapa menit yang lalu (dan tanpa kertas dan petunjuk apapun untuk mejawab) oleh sang dosen yang kami lebih sering menyebutnya “guru yosen” atau guru kung fu. Teman-teman saya menyebutnya demikian karena gaya dan kharisma beliau waktu mengajar persis seperti guru kung fu yang hendak mengajar. Dengan diliputi nuansa misterius dan kata-kata yang bijak dan sulit dimengerti sehingga kami merasa sedan dalam proses belajar yang serius dan hendak menentukan kemapuan kami.

Kembali lagi soal si Radit yang terlanjur terkenal karena empat bukunya laku keras di pasaran dan filmnya “kambingjantan : catatan seorang pelajar bodoh” yang di terima begitu baik di pasaran. Saya berfikir saya hendak mencari sedikit kesamaan dengan beliau pada posting kali ini.

Pada tulisannya yang terakhir saya melihat plesetan poster kampanye seorang caleg. Saya sebenernya juga telah lama terinspirasi oleh para caleg-caeg itu untuk membuat poster serupa dengan nada plesetan untuk di posting di blog saya. Namun, saya keduluan si Radit yang memang plesetannya saya akui sangat kocak dan menghivur hati saya yang kian khawatir dengan pemilu legislatif 9 April nanti berkatian dengan tingkat kecenderungan golput yang tinggi para pemilih khusunya pemula.

Radit dan saya sama-sama kuliah di jurusan ilmu politik konsentrasi politik Indonesia. Dia dan saya juga sama-sama dianugerahkan wajah yang “good-looking” alias “gantengnya pas” oleh tuhan yang maha kuasa. Selain itu, Radit dan saya juga sama-sama memakai kacamata yang membuat kami berdua memang terlihat lebih kharismatik gemar membaca, dan berwawasan luas. Satu hal yang baru saya ketahui adalah bahwa Radit juga sama-sama memiliki ketertarikan yang tinggi dibidang musik seperti saya. Saya melihatnya di Myspace dengan nama band “Raditya Dika Project” mungkin dia mencoba mencurahkan segala aspirasi yang belum dapat ditumpahkannyad alam media buku. Setali tiga uang dengan saya yang memang ingin serius dibidang musik namun di hadang berbagai macam kendala seperti kurangnya modal, dan kuliah yang harus terlajur saya selesaikan. Di Myspace-nya ditulis Radit menggunakan komputer rakitan dengan software cubase dan dengan segala peralatan yang ada. Radit berperan sebagai produser, pencipta lagu dan aranjer dari project tersebut, Nice!  Hasilnya cukup baik sih tetapi maaf ya dit, saya lebih mengunggulkan hasil karya editan saya bersama Bananakustik.:-)

    • piw
    • April 3rd, 2009

    iihhhhhhh.. plagiat amad sie jadi orang *bener2 orang indonesoia abis*

    berlindung pada ketenaran seseorang… benciiii

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: