Cita-cita Saya Jadi Pengusaha

It's Me Ya, cita-cita saya jadi pengusaha!

Niat saya yang teramat dalam tersebut tidak tercetus dalam satu malam setelah melakukan semedi, atau setelah mendapatkan wawasan dari orang lain. Cita-cita tersebut saya rumuskan dengan segala pengalaman saya dalam mencari jati diri selama saya menempuh masa kuliah sejak tahun 2006. Dalam proses pencarian jati diri ini saya menemukan bahwa tujuan akhir hidup saya ialah menjadi pengusaha sukses!

Setelah masuk kuliah dengan mendapatkan jurusan diluar ekspektasi saya (ilmu politik) saya menjadi semakin berfikir (keras) bahwa pasti ada jalan untuk saya memperoleh semua yang saya inginkan dan butuhkan. Dengan pergulatan hebat fikiran saya saya mulai menemukan jati diri saya yang sesungguhnya.

Ilmu Sosial (dan Politik) Fondasi Awal
Pengetahuan dan pendidikan mengenai fenomena sosial-politik merupakan momentum awal saya membuka mata bahwa dalam kehidupan yang fana ini kita bisa mengetahui jalan-jalan hidup orang-orang. Ilmu sosial memberikan keadaan sosial secara menyeluruh tentang gejala-gejala dan asal-usul bagaimana masyarakat mencapai massa hingga saat ini yang kemudian didalamnya banyak dicoba ditafsirkan oleh banyak ahli melalui teorinya. Teori-teori tersebut berusaha hendak menggeneralisasi suatu gejala sosial. Para ahli ini juga hendak mencari solusi dari setiap permasalahan manusia menurut sudut pandang virtue atau kebaikan. Pada akhirnya ilmu sosial dan ilmu politik saya anggap sebagai bekal yang sangat berharga untuk menjalani hidup saya dengan lebih bijak karena mungkin disiplin ilmu-ilmu lain tidak akan memberikan pengetahuan sedemikian menyeluruh (holistik) dibandingkan ilmu sosial.

Jalan Hidup Saya Bukan Ilmu Pasti
Menurut hemat saya, hidup di dunia ini sangat penuh ketidakpastian. Sekeras apapun hia berusaha menghindari bahaya dan mencari keamanan, jika takdir berkata lain kita tidak dapat mengelaknya. Begitu juga saya memperlakukan ilmu pasti. Jadi pilihan saya untuk mengambil IPS pada waktu SMA dan takdir saya kuliah di FISIP tidak akan menjadikan saya seorang dokter, insinyur, arsitek, Ahli Kimia, Fisika, Matematika atau sejenisnya.Saya juga sempat berfikir untuk terjun serius ke ilmu komputer dan informasi (IT). Akan tetapi, saya memandang IT pun sebagai pendukung dalam mencapai kesuksesan saya dibidang bisnis. Di sisi lain, saya banyak menggunakan otak kanan, Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient dalam meraih kesuksesan saya. Dengan tidak berfikir secara linier, inovatif, dan selalu bersemangat saya bisa menembus batas-batas kepastian yang banyak dianut oleh para “pengikut ilmu pasti”. 

Musik Sebagai Pelengkap Hidup

Ternyata minat saya untuk bermain musik akan tetap ada hingga nafas saya terhenti. Bagaimanapun bentuknya kecintaan saya untuk bermain musik, membuat musik, dan mendengarkan musik akan tetap ada. Tanpa musik saya tidak bisa hidup. Tanpa mengikuti perkembangan musik saya tidak akan bisa bertahan. Setelah jatuh bangun dalam membentuk grup musik saya menemukan fakta dalam diri saya bahwa sesulit apapun jalan yang saya tempuh dalam meraih kesuksesan bermusik dan semuak apapun kondisi saya dalam memainkan musik, saya tidak akan pernah bisa berhenti untuk bermusik dan mendekatkan diri pada musik. Siapa tahu minat saya di bidang musik ini dapat menjadi inspirasi saya dalam membuka usaha kelak.

Sukses = Pengusaha = Bebas Finansial = Bahagia Dunia Akhirat

Sukses menurut terminologi saya ialah bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.  Sukses juga berarti kita dapat mewujudkan segala keinginan kita, memenuhi segala kebutuhan kita dan lebih jauh lagi sukses merupakan mind-set dan falsafah hidup saya. Jadi, dalam hidup saya tidak ada kata gagal, hanya saja naik ketingkat tantangan yang lebih tinggi. Bebas finansial saya artikan sebagai keadaan dimana saya tidak lagi memikirkan uang sebagai hambatan menuju kebahagiaan dunia akhirat. Kita tidak boleh menempatkan uang sebagai tujuan kita berusaha dan kelimpahan uang sebagai tujuan utama kita. Uang hanya media kita lebih giat untuk berusaha dan berjuang memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Untuk menguji apakah kita telah memposisikan uang secara benar maka donasikanlah uang tersebut, berilah kebahagiaan kepada orang lain niscaya kita akan memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Intinya Pengusaha, sukses, dan bebas finansial hanyalah kendaraan saya untuk menuju kebahagiaan dunia akhirat. Jika ketiga unsur tadi hanya dapat memberikan kebahagiaan dunia, maka saya telah mangkir dari tujuan saya untuk meencapai kebahagiaan yang seutuhnya yaitu Ridho Allah SWT.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: